aneh betul bagaimana caranya?

Bentrok Warga di Lampung Selatan Bikin Presiden Ketar-ketir !

17:43 Ardiya


Masyarakat Lamsel Minta Warga Balinuraga Dipindahkan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan semua pihak bertanggungjawab dan peduli, guna menghindari terulang kembalinya aksi kekerasan horizontal termasuk di Lampung.

Kepala Negara mengatakan  jangan hanya menyerahkan penyelesaian masalah tersebut kepada aparat  kepolisian dan komando teritorial TNI.

"Sejumlah aksi kekerasan horizontal yang terjadi  di beberapa tempat di Indonesia, yang terakhir di Lampung. Saya menyerukan semua pihak harus ikut bertanggung jawab,  peduli, dan bekerja," kata Presiden Yudhoyono pada pers di Halim Perdanakusuma sebelum pesawat yang membawanya beserta rombongan lepas landas menuju London hari ini, Selasa (30/10/2012).

Yudhoyono menilai dengan adanya tanggung jawab dan kepedulian semua pihak, menjadi cara yang efektif untuk menangkal terjadinya kekerasan horizontal.

Dengan bersama bekerja mengatasi masalah tersebut, maka dinilai akan menjadikan upaya penanggulangannya lebih optimal.

"Hanya dengan cara itu kita bisa mencegah secara lebih optimail dan lebih efektif," kata SBY.

Tokoh Masyarakat

Sementara itu di tempat yang sama, menjawab pertanyaan wartawan, Menkopolhulam Djoko Suyanto mengatakan agar para tokoih agama ikut meredam terjadinya konflik.

Djoko juga mengimbau  tokoh masyarakat, pemerintah daerah termasuk gubernur, bupati juga berperan dalam mengatasi masalah tersebut.
"Gubernur, bupati, tokoh masyarakat juga bisa ikut meredam konflik," kata Djoko.
Seperti diketahui bentrokan warga terjadi di Desa Sidoreno, kecamatan Way Panji antara warga setempat melawan beberapa kampung dari kecamatan Kalianda, Lampung Selatan baru-baru ini. Akibatnya sejumlah orang tewas, dan  luka berat. 
Lamsel, KOMPAS.com — Bentrok antarwarga yang terjadi di Desa Balinuraga, Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, membuktikan kegagalan aparat keamanan dalam melaksanakan tugasnya. Selain gagal mencegah, kepolisian juga gagal menghentikan bentrokan yang kini sudah menewaskan belasan orang warga.

"Harus diakui aparat keamanan telah gagal melaksanakan tugasnya di Lampung sehingga bentrokan semakin melebar dan menambah korban jiwa," kata Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Gede Pasek Suardika, Rabu (31/10/2012), di Jakarta.
Pasek menyesalkan terjadinya bentrokan antarkampung yang terjadi di Lampung. Apalagi, bentrokan sampai melebar ke pertikaian antarsuku. Bentrokan seharusnya dapat dicegah jika aparat keamanan tak lengah dalam melakukan deteksi dini. Apalagi, pemicu pertikaian biasanya hanyalah persoalan-persoalan kecil.

"Potensi konflik sudah terang benderang. Pemicunya juga hal-hal sepele. Tetapi, bentrok tetap terjadi, bahkan meluas. Semestinya aparat keamanan bisa mendeteksi lebih dini," ujarnya.
Selain meminta aparat keamanan lebih serius menangani pertikaian, politikus Partai Demokrat itu juga mengimbau warga agar tidak terprovokasi. Masyarakat diharapkan dapat mengendalikan diri karena bentrokan hanya merugikan masyarakat sendiri.
LAMPUNG SELATAN, KOMPAS.com — Total korban meninggal dalam bentrokan warga dari Kampung Agom, Kecamatan Kalianda, dan Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, bertambah empat, menjadi 14 orang.

Kepala Polres Lampung Selatan AKBP Tatar Nugroho mengatakan, empat korban merupakan korban meninggal pada saat bentrokan hari Minggu (28/10/2012) lalu, sedangkan 10 korban merupakan korban meninggal pada saat bentrokan hari Senin (29/10/2012) kemarin. "Saat bentrok hari Minggu lalu, ada tiga korban meninggal dan satu kritis di RS Bandar Lampung. Senin kemarin, korban yang kritis tersebut juga meninggal dunia," papar Tatar.

Tatar menambahkan, empat korban merupakan massa dari pihak Kampung Agom, sedangkan 10 korban merupakan massa dari Kampung Balinuraga. Saat ini, beberapa korban jiwa masih diidentifikasi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada bentrok di Desa Balinuraga, Way Panji, Lampung Selatan, Senin (29/10/2012), korban tewas berjumlah enam orang. Jumlah korban tewas ini bertambah sejak bentrok terjadi pada Minggu (28/10/2012), yakni tiga orang. Selain itu, tiga lainnya luka-luka dan 16 rumah terbakar.

Bentrok berawal dari dua gadis dari Desa Agom, yang sedang mengendarai sepeda motor, diganggu pemuda Desa Balinuraga sehingga terjatuh dan mengalami luka-luka. Bentrok terjadi Sabtu (27/10/2012) sekitar pukul 23.00. Massa dari Desa Agom menyerbu Desa Balinuraga dengan membawa senjata tajam. Massa tersebut ada yang membawa parang, pedang, golok, celurit, bahkan senjata senapan angin. Bentrok berlanjut hingga Minggu (28/10/2012) yang menewaskan tiga orang.

Bentrok susulan kembali terjadi Senin (29/10/2012) dan kembali memakan korban jiwa. Dihubungi secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengungkapkan, saat ini sekitar 1.500 personel masih berjaga di sekitar lokasi.  LAMPUNG SELATAN --Para tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh adat dari lima marga di Kabupaten Lampung Selatan meminta agar masyarakat Desa Balinuraga dapat dipindahkan. Sebab menurut mereka hal itu menjadi satu-satunya solusi agar konflik horisontal antarwarga tidak terjadi lagi.
Hal itu diungkapkan oleh para tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh adat dalam pertemuan dengan bupati Lampung Selatan di aula Rajabasa kompleks perkantoran Pemkab, Rabu (31/10/2012). "Kita masyarakat Lampung Selatan tidak pernah ingin berkonflik. Kita dapat hidup damai dengan masyarakat berbagai suku selama saling menghargai," ungkap para tokoh masyarakat.
Menurut para tokoh masyarakat dan tokoh adat, hal berbeda justru terjadi dengan masyarakat di Desa Balinuraga. Sejak kehadiran mereka selalu timbul konflik. Hingga menjadi konflik horizontal antar warga masyarakat.
Kepindahan warga masyarakat di Balinuraga tentunya akan dapat meminimalisir permasalahan konflik horizontal yang selama ini sering terjadi.
Sumber: Kompas.com dan koran lainnya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

You Might Also Like

0 comments

boleh komen ,asal pakai hati ya...dan blog ini sudah dofollow

note:blog ini tidak membatasi orang yang berkomentar dengan nama Anonymous, seperti blog yang lain,jadi silahkan berkomentar sesuka hati ..!

Popular Posts

Contact Form